23 Juli 2018 09:11:00
Ditulis oleh

PENGARUH MUSIM KEMARAU TERHADAP HEWAN TERNAK

Saat ini musim kemarau sudah tiba, musim dimana yang menjadi salah satu sebab kekhawatiran para petani dan peternak. Hal ini sangat berpengaruh di desa pucangan karena sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani dan peternak. Masalah yang sering terjadi saat musim kemarau adalah masalah pakan yang berdampak pada kesehatan hewan yaang mengakibatkan  sistem reproduksi pada ternak dapat terganggu. Pakan yang kurang selain berpengaruh pada kondisi berat badan ternak atau BCS (Body Condition Scoring) dapat juga berpengaruh pada sistem hormonal yang berperan penting dalam proses birahi.  BCS adalah penilaian kondisi tubah yang didasarkan pada estimasi visual timbunan lemak tubah dibawah kulit, sekitar pangkal ekor, tulang punggung, dan pinggul dengan penilaian dengan skor. BSC digunakan untuk menetukan potensi produksi seekor ternak. Karena ternak yang terlalu gemuk atau kurus mempunyai resiko yang lebih besar pada metabolisme dan angka kebuntingan. Skor BCS yang baik untuk reproduksi adalah 3. Sedangkan proses birahi adalah proses dimana ternak menunjukkan tanda-tanda minta kawin. Ciri-ciri ternak minta kawin adalah yang paling umum 3A BC (Abang, Aboh, Anget, Bengak-bengok, Clingkrak-clingkrik) dan keluar lendir dari Vulvanya. (gambar). Sehingga peternak bisa memperhatikan ketika ternak memberi tanda-tanda  tersebut dan bisa menghubungi petugas Inseminator (kawin suntik).

Akibat  pakan yang kurang dapat menyebabkan ternak menjadi anestrus  atau tidak menunjukkan tanda-tanda minta kawin yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi. Untuk mencegah hal tersebut dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas dan kuantitas pakan serta managemen lingkungan yang baik.

 

By :  Drh .Abidatul Maghfiroh

RT 01 RW 5

 


image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus