PENGOLAHAN DAGING YANG BAIK DAN BENAR

Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung jam, program pemerintah sudah jelas yaitu menghimbau masyarakat untuk memilih hewan qurban yang sehat dan bersertifikat. Untuk mencegah penularan penyakit ke manusia melalui hewan (zoonosis). Daging merupakan bahan makanan yang mengandung gizi tinggi yang baik untuk tubuh manusia.Karena kandungan zat gizinya tersebut, daging juga merupakan media atau tempat yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembang-biakan kuman-kuman, baik kuman yang dapat menyebabkan pembusukan daging ataupun kuman yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan manusia.Kuman-kuman pada daging tersebut dapat berasal dari hewan masih hidup (karena hewan hidup telah mengandung kuman) atau berasal dari pencemaran mulai hewan dipotong sampai saat daging siap dikonsumsi. Sumber pencemaran kuman-kuman tersebut antara lain hewan hidup, tangan manusia, insekta, air, peralatan dan udara. Maka dari itu kita harus memlilih daging yang ASUH

Aman : produk tidak mengandung bahaya biologis, fisik dan kimiawi yang dapat  menyebabkan sakit sehingga mengganggu  kesehatan manusia

Sehat : produk memiliki zat-zat yang  dibutuhkan dan berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh manusia.

Utuh : produk tidak dicampur dengan bagian  lain dari hewan tersebut atau bagian dari hewan lain

Halal : hewan disembelih maupun produknya ditangani sesuai dengan syariat agama Islam

Untuk mendapat daging yang ASUH kita perlu melakukan penangan daging yang baik dan benar yaitu : Penerapan higiene proses (segala upaya yang berhubungan dengan masalah kesehatan serta berbagai usaha untuk mempertahankan atau untuk memperbaiki kesehatan), Penerapan sistem rantai dingin (cold chain system) atau penerapan suhu dingin selama produksi, penyimpanan dan transportasi/distribusi daging dan produk olahannya untuk mencegah atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan menghambat aktivitas enzim pada daging, Persyaratan alat transportasi, bangunan,  Higiene personal, serta daging qurban sebelum diedarkan harus dilayukan selama kurang lebih 8 jam. Pada pelayuan daging terjadi denaturasi protein yang mengakibatkan keempukan daging meningkat, tetapi sebaliknya water holding capacity (WHC) daging menurun.

Cara Penyimpanan Daging pada Kulkas

  • Daging dikemas dalam wadah/kantong yang bersih dan tertutup
  • Daging dan jeroan dikemas terpisah
  • Daging dipisahkan dari makanan lain
  • Daging yang telah masak dipisahkan dari daging yang mentah atau bahan mentah lain
  • Dinginkan daging sesegera mungkin
  • Simpan daging di kulkas pada tempat khusus “daging/ikan”
  • Masa simpan daging dalam kulkas terbatas! Daging akan tetap rusak/busuk
  • Masa simpan daging dalam kulkas yang dianjurkan:

Jenis Daging                        Suhu                 Masa Simpan

Daging segar                      0 – 50  C               3 – 7 hari

Daging giling (segar)      0 – 50  C                 1- 2 hari                  

Sosis segar                            0 – 50 C                1-2 hari

Daging ayam                      -1 – 2 0 C                1-2 hari

Pertumbuhan/perkembangan  kuman dihambat/diperlambat jika suhu didinginkan < 4>0 C (suhu kulkas). Makanan yang mudah  busuk/rusak, sebaiknya disimpan dingin (<4>0 C) Kuman penyebab sakit (patogen) tidak menyebabkan perubahan-perubahan yang  terlihat pada Pangan Asal Hewan (makanan).

Jangan menyimpan makanan pada suhu +40 C sampai +600 C (danger zone) lebih dari 4 jam.

Simpan makanan pada suhu > +600 C < +40 C atau tidak sama sekali

By.  Drh. Abidatul Maghfiroh. 

(anggota kaukus muda pucangan) 

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)