JUARA DI HATI MASYARAKAT PUCANGAN

Momen karnaval untuk memeringati Hari Kemerdekaan ke 73 Republik Indonesia yang di adakan oleh kecamatan montong pada hari Rabu tanggal 29 Agustus 2018 adalah salah satu momentum bagi warga desa se kecamatan montong untuk berekspresi dan saling berkompetisi menampilkan suguhan yang dianggap paling menarik dan baik, sehingga para peserta yang berasal dari berbagai desa sekecamatan montong rela mengeluarkan modal yang lumayan besar untuk even karnaval tersebut.

Desa pucangan sendiri mengirimkan sekitar kurang lebih 250 peserta dalam even tersebut, mereka berasal adari unsur Pemerintaahn Desa Pucangan, BPD,LPMD, KARTAR, KOMUNITAS KAMPUNG(Kaukus Muda Pucangan, BLKPD (Balai Latihan kerja Pemuda Desa), PKK,RT,RW dan masyarakat desa pucangan. Pada even karnaval ini kami mengusung Tema lokal Tuban yaitu “SRI HUNING MUSTIKA TUBAN” sebagai wujud cinta kita pada kebudayaan yang ada di bumi Tuban ini. Dari 250 peserta itu terdiri dari 1 pasang sebagai Raden Wiratmoyo dan Sri Huning di ikuti 24 Dyang, 24 Prajurit, 52 Penari Dan bebagai team Kreatif mulai dari group tongklek desa sawang dan grogolan.

Menurut cerita sri huning adalah seorang putri dari kadipaten tuban memiliki dua orang kakak, Raden Wiratmoyo dan raden wiratmoko, nah sebenarnya srihuning dan Raden wiratmoyo ini saling mencintai namun mereka mencoba untuk mengabaikan perasaan tersebut karena mereka tau kalu mereka saudara adik dan kakak.

akan tetapi pada suatu hari Ibunda wiratmoyo bercerita kalau sri hunung adalah anak angkat mendengar itu raden wiratmoyo kegirangan dan segera menceritakan isi hatinya pada yang ibnda, tap takdir berkata lain ternyata raden wiratmoyo sudah terlebih dahulu dipinangkan putri dari kadi[paten bojonegoro. inilah sekilas cinta yang tak sampai dari romansa percintaan mereka.

Dilihat dari penampilan yang kita suguhkan desa pucangan bisa mendapatkan hasil yang maksimal karena kita menampilkan tarian yang memukau banyak penonton  di barengi dengan riasan para peserta karnaval.  mungkin untuk 

Saat ditemui seusai kegiatan karnaval kepala desa Pucangan (Santiko) Mengajak untuk bersikap realistis atas capaian ini. Beliau juga sangat berterimakasih kepada seluruh warga desa pucangan baik dari unsur pemeritahan, RT, RW dan pemuda yang mendedikasikan loyalitasnya kepada desa dengan guyub rukun bergandeng tangan bersama sama berusaha membanggakan desanya. Ini adalah pristiwa yang luar biasa yang ditunjukan warga desa pucangan. . Red

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)